1.1 Latar Belakang
Basis data dapat diumpamakan sama dengan lemari arsip data. Dengan adanya basis data kita jadi lebih gampang untuk menyampaikan informasi yang tersimpan dalam lemari arsip data.
Penyampaian informasi melalui basis data selalu dibuat sesimpel dan seringkas mungkin serta tidak menhilangkan informasi yang ingin disampaikan. Bentuk penyampai informasi seperti ini biasanya dilakukan pada sebuah bentuk tabel yang disebut tabel Universal.
Tabel universal menyampaikan semua informasi yang ada seringkas mungkin dan tanpa menhilangkan satupun informasi. Tetapi kita sering tidak melihat data atau informasi yang tertera pada tabel Universal.
Supaya kita dapat melihat informasi yang tertera pada tabel universal sehingga tidak ada data yang tidak terbaca atau data tertambah, yang bukan merupakan sebuah data yang tertera pada tabel universal. Maka kita lakukan dengan cara menormalisasi data tersebut.
1.2 Tujuan
a. Agar kita memiliki basis data yang kompak dan efesien dalam penggunaan ruang penyimpanan
b. Agar cepat dalam pengaksesan data
c. Agar mudah dalam pemanipulasian data
d. Agar tidak terjadi pengulanggan data
e. Agar tidak ada data yang tersembunyi
1.3 Landasan Teori
Dalam merancang basis data kita dapat melakukannya dengan dua cara yaitu:
a. Menerapkan Normalisasi
b. Lansung membuat model entity-Relationship(E-R)
Normalisai sendiri merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain lojik basis data relasional yang tidak secara lansung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan criteria standar untuk menghasilkan bentuk table yang normal. Namun demikian dalam pelaksanaannya desainlojik basis data relasional yag didasari baik leh prinsip normalisasi maupun yang didasari oleh transformasi secara berhati-hati dari model E-R ke bentuk fisik akan menghasilkan hasil yang mirip.
Dalam menormalisasi data kita memiliki beberapa tahap, diantaranya:
a. Kebergantungan Fungsional
b. Dekomposisi
c. Proses Normalisasi
a. Kebergantungan Fungsional
Kebergantungan Funsional berfungsi untuk :
• Menentukan satu nilai unik pada suatu atribut ditentukan oleh suatu nilai atribut lain
• Contohnya adalah : Seorang pegawai dengan IDPegawai mempunyai satu tglLahir dapat dipresentasikan dengan KF berikut:
• tglLahirIDPegawai
Keterangan:
Sisi kiri adalah determinan (penentu)
Nilai di determinan dapat menentukan hanya satu sisi kanan.
Nilai IDPegawai menentukan satu nilai tglLahir
Ada tiga jenis Kebergantungan Fungsional
1. Saling Bergantung
Contoh Kebergantungan Fungsional Saling Bergantung : Jika satu proyek mempunyai satu manager dan masing-masing manager hanya mengelola satu proyek, maka dapat dipresentasikan sebagai berikut:
IDProyekManager
manajerIdproyek
Atau dapa disingkat
IDProyek Manager
2. Kebergantungan Lebih dari satu Atribut
Contoh Kebergantungan Fungsional lebih dari satu atribut. WaktuKeterlibatan pegawai disuatu proyek, ditentukan oleh IDPegawai dan IDProyek. Sehingga dapat dipresentasikan sebagai berikut:
waktuketerlibatanIDPegawai, IDProyek
3. Kebergantungan Funsional penuh
Kebergantungan Fungsional Penuh adalah dimana tidak ada atribut-atribut tak perlu yang berada disisi determinan (sisi kiri).
Contoh :
• tglLahirIDPegawai
• tglLahirIDPegawai, nama
Pada contoh yang kedua, nama tidak diperlukan untuk memperoleh tglLahir. IDPegawai telah mencukupi untuk memperoleh nilai tglLahir. Sehingga contoh yang pertama adalah Kebergantungan Fungsional Penuh dan contoh yang keduan bukan Kebergantunga Fungsional Penuh.
b. Dekomposisi
Dekomposisi yaitu melakukan pemilahan / pemisahan tabel menjadi beberapa tabel dengan mempertimbangkan KF yang telah didapat.
Dikomposisi dilakukan agar setiap tabel yang digunakan hanya memiliki satu KF saja.
Dekomposisi yang benar ( Lossless Dekompotition ) terjadi jika tabel hasil Dekomposisi digabungkan kembali dapat menghasilka tabel awal sebelum dikomposisi.
Contoh Dekomposisi:
Diberikan sebuah tabel ABC
Tabel ABC dikomposisi menjadi tabel AB, dan BC
c. Proses Normalisasi
Proses normalisasi dalam basis data adalah proses untuk memperoleh properti skema relasi yang bagus.
Keuntungan normalisasi :
Membuat sekecil mungkin terjadinya data rangkap
Menghindarkan adanya data yang tidak Konsisten bila dilakukan penghapusan atau penambahan data.
Menjamin bahwa key tabel secara tunggal sebagai determinan semua atribut.
Relasi (tabel) secara berurutatan diproses menjadi bentuk normal lebih tinggi yang memiliki redudansi lebih rendah.
Dalam proses menormalisasi data terdapat beragam tingkat bentuk normalisasi :
Bentuk Normal pertama (1NF)
Bentuk Normal Pertama ini dicapai bila tiap nilai atribut adalah tunggal ( bukan atribut turunan). Dan kondisi ini dapat diperoleh dengan melakukan eliminasi terjadinya data rangkap.
Bentuk Normal kedua (2NF)
Bentuk Norma kedua ini bukan utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi. Dan relasi harus telah berbentuk normal pertama.
Bentuk Normal ketiga (3NF)
Pada Bentuk Normal ketiga ini relasi telah berbetuk normal kedua, relasi ini tidak boleh memuat kebergantungan fungsional diantara atribut bukan utama dan bentuk ketiga ini menghilangkan kebergantungan transitif.
Kamis, 20 Januari 2011
Kamis, 25 November 2010
Pengertian Paragraf / Alinea dan Bagian dari Paragraf - Bahasa Indonesia
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.
- Syarat sebuah paragraf
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
1. Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.
- Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
A. Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan.
B. Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.
Sumber : Organisasi.org
- Syarat sebuah paragraf
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
1. Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.
- Bagian-Bagian Suatu Paragraf yang Baik
A. Terdapat ide atau gagasan yang menarik dan diperlukan untuk merangkai keseluruhan tulisan.
B. Kalimat yang satu dengan yang lain saling berkaitan dan berhubungan dengan wajar.
Sumber : Organisasi.org
Mengubah Kalimat Aktif menjadi Kalimat Pasif dan Kalimat Pasif manjadi Kalimat Aktif
Untuk mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan juga sebaliknya dapat dilakukan langkah-langkah mudah berikut ini :
1. Mengubah awalan pada Predikat
Yaitu menukar awalan me- atau ber- dengan di- atau ter- dan begitu sebaliknya.
2. Menukar Subyek dengan Obyek dan sebaliknya
Menukar kata benda yang tadinya menjadi obyek menjadi subyek dan begitu sebaliknya.
Contoh :
Ibu memasak sayur => Sayur dimasak oleh ibu.
Joni berkawan dengan Ariel => Ariel dikawani Joni
Sumber : Organisasi.org
1. Mengubah awalan pada Predikat
Yaitu menukar awalan me- atau ber- dengan di- atau ter- dan begitu sebaliknya.
2. Menukar Subyek dengan Obyek dan sebaliknya
Menukar kata benda yang tadinya menjadi obyek menjadi subyek dan begitu sebaliknya.
Contoh :
Ibu memasak sayur => Sayur dimasak oleh ibu.
Joni berkawan dengan Ariel => Ariel dikawani Joni
Sumber : Organisasi.org
Sinonim, Antonim dan Homonim
A. Sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh Sinonim :
- binatang = fauna
- bohong = dusta
- haus = dahaga
- pakaian = baju
- bertemu = berjumpa
B. Antonim
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
- keras x lembek
- naik x turun
- kaya x miskin
- surga x neraka
- laki-laki x perempuan
- atas x bawah
C. Homonim
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.
Contoh Homograf :
- Amplop
+ Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
+ Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
- Bisa
+ Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
+ Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
Contoh Homofon :
- Masa dengan Massa
+ Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
+ Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum)
Tambahan :
- Anonim adalah tidak memiliki nama atau tidak diberikan nama.
Sumber : Organisasi.org
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh Sinonim :
- binatang = fauna
- bohong = dusta
- haus = dahaga
- pakaian = baju
- bertemu = berjumpa
B. Antonim
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
- keras x lembek
- naik x turun
- kaya x miskin
- surga x neraka
- laki-laki x perempuan
- atas x bawah
C. Homonim
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon.
Contoh Homograf :
- Amplop
+ Untuk mengirim surat untuk bapak presiden kita harus menggunakan amplop (amplop = amplop surat biasa)
+ Agar bisa diterima menjadi pns ia memberi amplop kepada para pejabat (amplop = sogokan atau uang pelicin)
- Bisa
+ Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
+ Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
Contoh Homofon :
- Masa dengan Massa
+ Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
+ Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum)
Tambahan :
- Anonim adalah tidak memiliki nama atau tidak diberikan nama.
Sumber : Organisasi.org
Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif
1. Kalimat Aktif
Kalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber- dibagi menjadi dua macam :
a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki obyek penderita
- Ayah membeli daging
- Kadir merayu gadis desa
- Bang Jajang bertemu Juminten
b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki obyek penderita
- Adik menangis
- Umar berantem
- Sejak dahulu kala Junaidi merenung di dalam tempat persembunyiannya di Batu Malang
2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-
- Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
- Ayam dipukul Kucing
- Bunga anggrek hitam itu terinjak si lay
Sumber : Organisasi.org
Kalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber- dibagi menjadi dua macam :
a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki obyek penderita
- Ayah membeli daging
- Kadir merayu gadis desa
- Bang Jajang bertemu Juminten
b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki obyek penderita
- Adik menangis
- Umar berantem
- Sejak dahulu kala Junaidi merenung di dalam tempat persembunyiannya di Batu Malang
2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-
- Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
- Ayam dipukul Kucing
- Bunga anggrek hitam itu terinjak si lay
Sumber : Organisasi.org
Kalimat Lengkap dan Kalimat Tidak Lengkap
1. Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya terdiri dari gabungan minimal satu buah subyek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap. Contoh kalimat Lengkap :
- Presiden SBY (S) membeli (P) buku gambar (O)
- Si Jarwo (S) Pergi (P)
- PKI (S) digagalkan (P) TNI (O)
2. Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat tidak lengkap adalah kamilat yang tidak sempurna karena hanya memiliki sabyek saja, predikat saja, objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap dapat berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman. Contoh kalimat tak lengkap :
- Selamat sore
- Silakan Masuk!
- Kapan menikah?
- Hei, Kawan...
Sumber : organisasi.org
Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya terdiri dari gabungan minimal satu buah subyek dan satu buah predikat. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap. Contoh kalimat Lengkap :
- Presiden SBY (S) membeli (P) buku gambar (O)
- Si Jarwo (S) Pergi (P)
- PKI (S) digagalkan (P) TNI (O)
2. Kalimat Tidak Lengkap
Kalimat tidak lengkap adalah kamilat yang tidak sempurna karena hanya memiliki sabyek saja, predikat saja, objek saja atau keterangan saja. Kalimat tidak lengkap dapat berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, seruan, larangan, sapaan dan kekaguman. Contoh kalimat tak lengkap :
- Selamat sore
- Silakan Masuk!
- Kapan menikah?
- Hei, Kawan...
Sumber : organisasi.org
Pengertian Kalimat dan Unsur Kalimat
Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain. Contohnya seperti kalimat lengkap, kalimat tidak lengkap, kalimat pasif, kalimat perintah, kalimat majemuk, dan lain sebagainya.
Berikut ini adalah contoh kalimat secara umum :
- Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama.
- Pergi!
- Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu.
- The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah.
Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
- Subjek / Subyek (S)
- Predikat (P)
- Objek / Obyek (O)
- Keterangan (K)
Sumber : organisasi.org
Berikut ini adalah contoh kalimat secara umum :
- Joy Tobing adalah pemenang lomba Indonesian Idol yang pertama.
- Pergi!
- Bang Napi dihadiahi timah panas oleh polisi yang mabok minuman keras itu.
- The Samsons sedang konser tunggal di pinggir pantai ancol yang sejuk dan indah.
Setiap kalimat memiliki unsur penyusun kalimat. Gabungan dari unsur-unsur kalimat akan membentuk kalimat yang mengandung arti. Unsur-unsur inti kalimat antara lain SPOK :
- Subjek / Subyek (S)
- Predikat (P)
- Objek / Obyek (O)
- Keterangan (K)
Sumber : organisasi.org
Langganan:
Postingan (Atom)